Package of God

Entah Cerita ini bersumber dari mana, tahunya aku sih ini salah satu blog temen.

but aku mau minta ijin juga pada penulis cerita yang sangat inspiring untuk COPAS.

coba pelan-pelan bacanya, hayati setiap katanya and enjoy reading....

_____________________________________________________________________________________

Siang ini matahari seolah hadir dengan angkuhnya membuat kulitku kian terbakar. Lengkap dengan bunyi perutku ditambah sensasi nyeri di perut kanan atasku. “Hhuuufftt… Sapa suruh jalan-jalan nggak jelas gini, kalau dia nggak bikin aku jengkel, aku pasti nggak perlu sumpek dan pasti dah tidur pulas dikamarku’ gerutuku dalam hati. Klop sudah panasnya siang itu dipadukan dengan panasnya hatiku. Kulangkahkan kaki ke rumah makan yang terlihat banyak penggemarnya di salah satu sudut jalan itu. “Moga aja enak”, harapku. Aku selalu berpikir tempat makan ramai ada 2 kemungkinan di kota pelajar ini, kalo nggak murah, ya enak. Ternyata cukup ramai juga tempat ini. Mataku sibuk mencari tempat duduk yang nyaman sebelum akhirnya kuputuskan untuk duduk di pojok. Belum tenang dudukku karena sibuk dengan tas yang ku bawa tiba-tiba aku dikejutkan oleh pelayan rumah makan. “Ini mbak menunya”. Ia menyodorkan kertas berisikan sajian menu itu. Aku mengangguk dan tersenyum, “makasih” ujarku. Setelah nyaman dengan dudukku aku mulai melihat daftar di menu itu. Semua menunya adalah masakan jawa, dan mereka hanya menyediakan menu paket. Mataku menari-nari bingung menemukan menu paket mana yang sesuai seleraku. Ada 6 paket disana. Paket A hingga F.

Tiba-tiba aku dikejutkan oleh teriakan anak kecil usia sekitar 7 tahunan di meja yang bersebelahan denganku

“Mama aku nggak doyan oseng kangkung”. Lalu suara ibu muda itu lembut berkata,

“Ya udah, nggak apa apa. Nanti sayurnya buat mama”.

“tapi sop mama buatku ya”, jawab anak itu lagi.

Aku tersenyum dan membayangkan enaknya bisa tuker menu yang kita suka di paket laen. Tak jauh dari tempatku duduk ada 2 anak SMA yg juga berkata

“Wah, aku pengin paket A, tapi nggak suka bakwan, tapi daging empalnya enak kayaknya, kl paket B, ada perkedel kesukaanku, tapi lauknya ayam goreng, padahal lagi pengen daging. Huuhh.. “,

“Pesen aja dua duanya”, jawab teman satunya.

“Hahaha… Maruk amat”, selorohnya.

Aku hanya tersenyum mendengar obrolan mereka. Ternyata ngga’ cuma aku aja yang bingung nentuin hal sepele seperti ini. Susah memang kalo pilih paket tapi ada aja yang nggak begitu kita suka, atau kadang ada paket lain yg lebih menarik tapi nggak sesuai dengan budget. Dr 6 paket itu, memang tidak ada yang benar-benar masuk dalam daftar makanan ‘paling aku suka’. Ada aja alasan untuk menunjuk ada 1 ato 2 jenis yang nggak begitu sreg dihati dan lidahku.

Aku terhenyak. Sadar akan sesuatu. Tiba-tiba ingat dengan seseorang yg baru beberapa saat lalu membuatku kesal sehingga aku nekat jalan-jalan untuk cari udara segar dan akhirnya terjebak disini. Ya, siapa lagi kalo bukan kekasihku. Ah, bukankah daridulu ia selalu begitu. Mau diributkan beratus kali, itu udah sifatnya. Seperti orang jawa bilang, ‘Watuk (batuk) itu bisa diobati, kalo watak (sifat) nggak akan bisa diobati’. Dan semua perlu ketelatenan juga kesabaran untuk menghadapinya. Tiba-tiba aku teringat paket makanan yang sempat membuatku bingung ini. Otakku berputar mencari kesepadanan. Tak jauh seperti yang kuhadapi sekarang, dia seperti paket buatku. Hanya saja lebih banyak ‘menu’nya. Ada hal yang aku begitu suka darinya, tapi tetap ada yang aku agak kurang sreg pada apa yang ada padanya. Yang terkadang membuat ketidaknyamanan seperti pada keadaanku yang sekarang. Tapi aku telah memilihnya, meski banyak pilihan diluar sana. Pikiran untuk tukar tambah dgn paket laen yg menyediakan ‘menu’ yang ku suka, pasti pernah terlintas dalam pikiranku. Seperti remaja tanggung tadi yang ingin menukar bakwannya dengan perkedel kesukaannya. Tapi toh,itu hanya sekedar ucapan keinginannya saja. Nyatanya, ia tetap memilih 1 paket pada akhirnya. Lagipula, paket itu udah diatur oleh manajemen pemilik tempat makan tersebut.

Aku mengacungkan tangan memanggil pelayan, “Paket C ya mbak, satu”, kataku.

Aku terdiam. Manusia mempunyai sisi pandang yang beragam, dan pasti banyak faktor yang mempengaruhinya. Seperti seorang pelaku kejahatan. Ada yang mengutuknya, ada yang membelanya, namun tetap ada walau punya pendapat tapi lebih memilih diam karena ia percaya pasti penjahat itu punya alasan sehingga ia melakukannya.

Itulah kehidupan… Untuk orang yang banyak gonta ganti pacar, ada yang menilai dia sangat hebat bisa seperti itu, tapi ada yg berpendapat ia sangat bodoh dalam menjalin hubungun karena selalu gagal, namun ada juga yang memberi label playboy/playgirl. Eits.. Walau ada yang gerah dengan gelar itu, tapi nggak sedikit juga yang bangga dengan itu. Ya.. Itulah sudut pandang yg beragam. Begitu juga sebaliknya, saat ada orang yang daridulu tak pernah ganti pacar, tak sedikit yang salut kelanggengan hubungan mereka, namun tetap ada yang berpendapat, kalo orang itu bodoh dalam bercinta, atau tak laku lagi alias udah mentok . Itulah kehidupan kawan.. akan selalu ada Pro dan Kontra.

Tak sedikit yang menanyakan kenapa aku bisa bertahan dengannya hingga bertahun-tahun, akan kujawab sekarang. Semua karena aku selalu belajar menerimanya bahwa ia adalah kesatuan sebuah paket dari Allah. Lebih dari sekedar paket makanan. Paket ini ‘menu’ nya jauh lebih banyak. Walau nggak semua aku suka, tapi aku selalu ingin belajar mencari kebaikan dari apa yang tak kusuka itu. Pernah lah mampir dalam kepalaku untuk ganti paket, tapi tak pernah benar-benar kulakukan karena memahami 1 paket aja sulit, apalagi untuk 2 paket. Kecuali jika aku pecundang yang hanya memanfaatkan ‘menu menu’ yg kusuka dari paket paket itu. Dan yang lebih penting lagi, semua karena aku menyadari, untuk orang yang bersamaku saat ini,aku adalah paket baginya. Dia juga sedang berusaha menerima dan memahamiku.

Saat kamu ingin paket special, pasti paket itu punya harga yang spesial pula. Untuk paket makanan, yah, selama kalian punya uang, it’s fine. Tapi gimana jika kamu menginginkan paket manusia yang sempurna ato jangan terlalu tinggi lah, yang mendekati sempurna saja, yang punya banyak ‘menu’ yang kamu suka, harganya pasti mahal, tak bisa juga dibeli dengan uang. Lalu anggap saja ‘uang’ yang harus kamu punya adalah ‘kelebihan’ yang kamu miliki. Modal apa yang kamu punya sehingga kamu bisa pantas mendapat paket special itu? Apa kamu udah sempurna sehingga meminta yang special pula?

Jodohmu dari golonganmu… Teringat kata-kata itu.. Jika kamu suka nyuri, nenggak arak, apa iya kamu akan mendapat seorang yg sangat taat menjalankan ibadahnya dan sangat takut melanggar perintah Tuhannya??

Jika ada, berapa perbandingannya? Anggap lah dia adalah orang yg beruntung, lalu apa kamu bisa menjamin jika kamu akan bisa juga seberuntung itu?

Allah yang telah menciptakan kita jadi 1 paket. Dimana akan jadi kelebihan sekaligus kekurangan bagi pemiliknya. Namun bukankah kalian pernah dengar, dalam sesuatu yang kau sukai, mungkin menyimpan keburukan, pun dalam sesuatu yang kau benci, mungkin terdapat kebaikan didalamnya.

Makananku datang… Daging empal goreng, oseng jagung, tahu goreng, perkedel dan es jeruk. Hhmmm.. Oseng jagung ini sebenarnya aku kurang begitu suka, tapi mayoritas menu dipaket itu aku suka. Kenapa tak ku coba saja. Toh kalau dipikir banyak gizi juga jagung muda ini. Lagipula jika banyak yang aku nggak suka, nggak mungkin juga aku memilih paket itu.

Menikah bukanlah akhir dari pencarian kesempurnaan pasangan, tapi dimana kita memutuskan untuk menerima bahwa itulah paket untuk kita. Yang sampai kapanpun, kita akan selalu belajar menerima kekurangan serta kelebihannya. Dan menikah itu adalah PILIHAN.


Newer Post Older Post

Leave a Reply

Powered by Blogger.